Peningkatan Aktivitas Belajar Akuntansi Siswa Kelas X-KU 3 Melalui Penerapan Model Pmbelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay di SMK Negeri 1 Boyolangu

Wahyuni, Dwi. 2017. Peningkatan Aktivitas Belajar Akuntansi Siswa Kelas X-KU 3 Melalui Penerapan Model Pmbelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay di SMK Negeri 1 Boyolangu. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi, FE, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Prof. Dr. Bambang Sugeng, SE., M.A., M.M., Ak.

Kata Kunci: Course Review Horay, Aktivitas Siswa

Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Course Reviw Horay dapat meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dimulai dengan tahapan perencanaan pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-KU 3 SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung sebanyak 40 siswa. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi dan Wawancara untuk mengetahui peningkatan Aktivitas Belajar siswa dikelas . Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar catatan lapangan sebagai hasil dari observasi dan dokumentasi. Catatan lapangan ini digunakan untuk mencatat semua aktivitas siswa selama proses penelitian berlangsung. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan dan menyimpulkan hasil pada siklus I dan siklus II.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Course Review Horay dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X-KU 3 SMK Negeri 1 Boyolangu. Peningkatan ini terlihat saat analisa aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I Aktivitas siswa terlihat dengan ditandai siswa yang siap memulai pelajaran karena sudah membaca materi sebelumnya, siswa dapat membuat pertanyaan ketika diskusi materi, siswa saling membantu teman yang kesulitan dan siswa percaya diri dalam berpendapat secara terbuka. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang belum membaca materi sebelumnya, siswa yang kesulitan membuat pertanyaan, dan siswa yang mendominasi dalam kelompok. Pada siklus II, aktivitas siswa tercapai secara optimal. Hal ini ditunjukan dengan permasalahan yang dihadapi dalam siklus I dapat diminimalisir pada siklus II sehingga aktivitas siswa dikelas terwujud secara optimal.
Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan kepada guru dapat menerapkan, memberi panduan, dan mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe course reviw horay, khususnya pada materi ajar akuntansi ataupun materi pelajaran yang lain. Kepada para peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian tentang penerapan CRH dengan inovasi yang berbeda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *