Perbedaan Hasil Belajar antara Siswa yang Dibelajarkan dengan Menggunakan Media WebQuest dan Media Sosial (Facebook) pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI SMK Negeri 1 Panji Situbondo

Lestari, Winda Ajeng. 2016. Perbedaan Hasil Belajar antara Siswa yang Dibelajarkan dengan Menggunakan Media WebQuest dan Media Sosial (Facebook) pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI SMK Negeri 1 Panji Situbondo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryanto, M.Ed., (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E.Ak., M.Si.

Kata kunci: Hasil Belajar, WebQuest, Media Sosial (Facebook)

Teori belajar kontrukstivisme menekankan pada pembentukan pengetahuan yang dilakukan sendiri oleh siswa, seperti aktif melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep, dan memberikan makna pada susuatu yang dipelajari. Pembelajaran dengan menggunakan internet dapat menuntut siswa untuk belajar secara mandiri, dan cepat sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keefektifan WebQuest dibandingkan media sosial (Facebook) dalam penggunaannya sebagai media pembelajaran.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental design). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI AK SMK Negeri 1 Panji Situbondo sebanyak 102 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas XI AK 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI AK 2 sebagai kelas eksperimen, masing-masing sebanyak 34 siswa.
Hasil Independent-Sample t Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media WebQuest dan hasil belajar siswa dengan menggunakan media soail (Facebook). Nilai signifikan pada uji t lebih besar daripada tararf nyata, maka Ho tidak dapat ditolak, artinya hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan media WebQuest tidak lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan menggunakan media sosial (Facebook).
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah pengukuran hasil belajar yang dilihat dari aspek kognitif saja dan dilakukan di satu sekolah dengan mata pelajaran yang sama. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk dapat mengukur semua aspek belajar, yaitu aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif, serta memperluas populasi dan sampel untuk diterapkan pada materi yang berbeda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *