Preaload Image

Potensi Baru Wisata Sumber Embag di Malang, Ker ! didukung oleh Departemen Akuntansi FEB UM dalam mendukung SDGs Desa

Wisata menjadi salah satu potensi yang dapat digunakan desa dalam mengenalkan dan mengeksplorasi atas kekayaan sumber daya yang dimiliki desa tersebut. Secara umum, desa merupakan ujung tombak pembangunan dimana dalam tahap ingin memajukan suatu kota, pelaksanaan program-program pembangunan harus terlebih dahulu merata pada tingkat desa. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Bapak Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A. Selaku Dosen Akuntansi UM. Proses pengembangan menjadi desa wisata, membutuhkan peran dari penduduk lokal untuk turut aktif mengetahui apa yang menjadi keunggulannya, baik dari segi alam, sosial budaya dan ekonomi. Hal ini juga tak luput dari perlunya perhatian dari pemerintah, baik dari dukungan material dan nonmaterial. Di sisi lain, kemunculan tempat wisata juga menjadi sarana pendukung untuk memajukan perekonomian daerah setempat. Dengan demikian kegiatan ini mendukung adanya Sustainable Development Goals (SDGs). TPB/SDGs bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kegiatan ini mendukung SDGs 8 mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan keberlanjutan lapangan kerja penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua, SDGs 15 melindungi, memulihkan dan mempromosikan penggunaan ekosistem darat secara keberlanjutan.


Kali ini, salah satu lokasi Jawa Timur tepatnya di Desa Pakisjajar / Dusun Trajeng akan memberikan objek wisata baru yang akan dirancang menjadi Wisata Sumber Embag. Pengembangan wisata ini sudah menjadi impian bagi dusun Trajeng. Wisata Sumber Embag merupakan calon tempat wisata sumber air, yang nantinya akan disuguhkan berupa pemandangan hijau asri milik Dusun Trajeng. Ketua Dusun, Pak Sofhan, mengharapkan bantuan dari mahasiswa KKN untuk mendesain desa wisata “Ya saya harap teman-teman KKN ini dapat membantu untuk sedikit demi sedikit proses pembangunan wisata sumber embag melalui desain rancangannya” tuturnya. Tahap awal yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN UM adalah menelusuri atau survei akan lokasi yang menjadi cikal bakal tempat wisata. Selanjutnya, mengukur berapa luas tempatnya sehingga pada perancangan desain dapat memudahkan untuk dibentuk sebuah rancangan maupun penyusunan.

Ketua KKN, Okkie Amizar, menuturkan bahwa ini menjadi strategi pengembangan yang bagus bagi Dusun Trajeng “Setelah kami mengukur ini, kurang lebih ukuran wisata sumber embag adalah 60 m2. Ini bagus untuk dilanjutkan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar” ujarnya. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi pengembangan desa wisata tidak akan mudah, tetapi dengan seiring berjalannya waktu pengembangan ini dapat bermanfaat bagi warga sekitar. Terlebih adanya kemajuan digital dengan berbagai macam platform, seperti tiktok dan instagram dapat menjadi sarana masyarakat untuk mengenalkan atau mempromosikan kepada dunia luar tentang sumber embag.

Translate »
Skip to toolbar