Preaload Image

Ridzky Prajita Putra, FMVA Memaparkan Audit Forensik pada Agenda 9th NSAFE Akuntansi FEB UM Guna Mewujudkan Tercapainya SDGs 2030

9th National Seminar and Call for Paper on Accounting, Finance, and Economics (NSAFE) sukses digelar Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang. Webinar yang mengusung tema “Current Accounting Practices: Forensic Accounting in Optimizing Fraudulence Eradication” diselenggarakan Departemen Akuntansi sebagai sarana mahasiswa Departemen Akuntansi khususnya untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin empat, delapan dan keenambelas yaitu pendidikan berkualitas dan pekerjaan yang layak, pertumbuhan ekonomi serta perdamaian, stabilitas, hak-hak asasi manusia dan pemerintahan efektif berdasarkan aturan hukum adalah jalur pentimg menuju pembangunan berkelanjutan. Selain itu juga, webinar 9th NSAFE ini merupakan webinar yang bertujuan untuk meningkatkan softskill mahasiswa khususnya mengenai audit forensik, seperti berpikir kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Maka, Departemen Akuntansi menghadirkan pemateri luar biasa yang berkompeten di bidangnya yaitu Ridzky Prajita Putra, FMVA. yang merupakan Forensic Senior at Deloitte.

Selanjutnya pemaparan materi disampaikan oleh Ridzky Prajita Putra, FMVA selaku Forensic Senior at Deloitte mengenai bagaimana fraud dalam perusahaan itu dapat terjadi dan bagaimana cara auditor forensik dapat mengungkapkan fraud tersebut. Tidak hanya itu, Ridzky Prajita juga menceritakan bagaimana pengalamannya bekerja sebagai auditor forensik di Deloitte yang dimana pengalaman tersebut dapat menjadi pengetahuan mengenai cara kerja auditor forensik di dunia bisnis. 

“Good pointnya dari audit forensik itu, setiap project tidak pernah sama. Banyak hal-hal baru yang perlu dipelajari karena setiap kasus selalu beda,” jelas Ridzky Prajita.

Pembahasan yang menarik ini tentu memancing keingintahuan peserta mengenai bagaimana cara meningkatkan skill untuk menjadi seorang audit forensik seperti Ridzky Prajita Putra. Dalam sesi tanya jawab, ia juga menjelaskan beberapa skill yang harus dimiliki oleh seorang auditor seperti berpikir kritis, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan bagaimana cara berkomunikasi dengan klien. Hal ini merupakan bagian dari SDGs pada poin kedelapan yaitu sebagai upaya membentuk dan mempersiapkan mahasiswa Departemen Akuntansi khususnya untuk menjadi seorang auditor forensik guna memperoleh pekerjaan yang layak setelah lulus nantinya. Tak lupa juga, ia memberikan motivasi bagi para mahasiswa yang ingin bekerja sebagai auditor forensik seperti, bagaimana awal kali Ridzky Prajita memutuskan bergabung sebagai auditor forensik di Deloitte yang pada dasarnya merupakan kelompok kantor akuntan terbesar di dunia. 

“Kasusnya macam-macam, jadi ya banyak hal baru di setiap kasus. Masanya juga tergantung kasusnya. Kita bisa belajar tidak hanya tentang audit, laporan keuangan, tetapi juga tentang orang-orang yang memiliki hubungan dengan perusahaan,” jelasnya.

Selain itu, terdapat upaya perwujudan SDGs poin empat yaitu mewujudkan pendidikan yang berkualitas dapat dilihat dari diselenggarakannya Call for Paper sebagai rangkaian dari acara 9th NSAFE. Pemenang best paper dan best presentation Call for Paper diumumkan di akhir acara webinar 9th NSAFE yang dimenangkan oleh Putri Lestari dan Farah Latifah dari Universitas Islam Nusantara sebagai best paper. Sedangkan, best presentation diraih oleh tim Lucky dari Universitas Negeri Malang yang terdiri dari Aida Khairunisa, Ali Faiq Pradana, Frida Lusiana, dan Hanida Riantiza dengan judul paper “Fintech dan Cashless Society dalam Digital Ekonomi sebagai Dinamika Geostratejik di Indonesia”.

(Tim Asisten Kreatif Departemen Akuntasi, 2022)

Translate »
Skip to toolbar