Preaload Image

Tim Departemen Akuntansi FEB UM Angkat Tema Desa Inovatif, Desa Produktif Guna Mewujudkan SDGs di Desa Samar

Tim Pengabdian Akuntansi FEB UM dan Mahasiswa Program Kerja Semester Antara  Universitas Negeri Malang (UM)   memulai pengabdian dalam rangka mendorong kemajuan Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, sejak Senin (13/6). Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai jurusan siap mengabdi pada desa yang terkenal sebagai desa peternak tersebut. Disebut desa ternak, sebab jumlah sapi ternak di Desa Samar hampir sama dengan jumlah warga desa. Hal tersebut dinilai sebagai salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Desa Samar. Kegiatan ini dikoordinir oleh Bapak Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd Selaku Dosen Akuntansi UM. Kegiatan ini mendukung adanya Sustainable Development Goals (SDGs). TPB/SDGs bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kegiatan ini mendukung SDGs 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 9 Industri, inovasi dan infrastruktur, dan SDGs 10 Berkuangnya Kesenjangan. Hal ini karena desa yang inovatif dan produktif akan mendukung pertumbuhan ekonomi,infrastruktur dan kesenjangan di Desa Samar.

Mahasiswa Program Kerja UM membawa sejumlah program kerja unggulan dengan mempertimbangkan potensi apa saja yang ada pada desa tersebut. Seperti pada umumnya, pelaksanaan Program Kerja di Desa Samar kali ini diawali dengan acara pembukaan. Pada Senin (13/6), acara pembukaan sebagai bentuk penerimaan warga desa kepada mahasiswa Program Kerja  digelar secara terbatas. Setelah acara pembukaan tersebut, mahasiswa Program Kerja akan membantu warga selama 45 hari ke depan. Acara tersebut dilakukan di Balai Desa Samar pada pukul 19.00 WIB waktu setempat, yang dihadiri oleh Kepala Desa Samar, Rubik Astono beserta jajarannya; Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Slamet Fauzan; serta beberapa perangkat desa lainnya. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Koordinator Desa, yaitu Yemima Thorchi yang selanjutnya disambung dengan perkenalan tiap mahasiswa. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan DPL. Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Kepala Desa Samar, dan diakhiri dengan do’a penutup oleh perwakilan mahasiswa.

“Saya sangat berterima kasih karena UM memberikan kepercayaan kepada Desa Samar sebagai mitra program kerja. Kami juga sangat berterima kasih kepada mahasiswa UM. Harapan kami dengan adanya program kerja ini, Desa Samar bisa menjadi lebih maju dan berkembang,” ujar Rubik Astono dalam sambutannya.

Melihat banyaknya potensi yang ada di Desa Samar, terdapat 4 program kegiatan utama yang akan diusung mahasiswa yaitu, pengelolaan pupuk dari kotoran sapi, pengembangan olahan susu, pengembangan wisata jeruk-jeruk, dan yang terakhir yaitu pengembangan website desa guna menaikkan branding dari Desa Samar sendiri. Untuk pengelolaan pupuk sendiri nantinya akan dibuat menjadi 2 jenis pupuk yaitu Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP). Lalu untuk pengembangan olahan susu nantinya, susu yang tidak memenuhi standar perusahaan besar akan diolah menjadi yogurt, permen susu, atau olahan susu lainnya yang memungkinkan untuk dijual. Sedangkan untuk pengembangan wisata jeruk-jeruk nantinya akan lebih di-branding lagi melalui media sosial, dan juga diberi tambahan gapura pada pintu masuk wisata jeruk-jeruk, serta diberi penunjuk arah sebelum menuju ke tempat wisata tersebut.

 

Translate »
Skip to toolbar