Preaload Image

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Tim FEB UM Hadirkan Inovasi Baru dalam Mengaji Guna Wujudkan SDGs 4

Program ini turut mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu “Pendidikan Bermutu” dengan memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua. Program mengajar ngaji yang dilakukan oleh tim FEB UM diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan inovatif bagi pengembangan masa kanak-kanak secara dini khusunya di Desa Sukodadi.

“Diharapkan teman-teman  UM dapat membantu kami dalam mengajar ngaji di Desa Sukodadi ini”, ucap Pak Barja selaku Kepala Dusun Kebunkuto di Desa Sukodadi. Dalam mengerjakan proker mengajar ngaji, mahasiswa KKN UM ditempatkan oleh Kepala Desa di Dusun Kebunkuto dimana terdapat satu rumah milik masyarakat desa yang digunakan sebagai tempat mengaji anak-anak. Pemilik rumah tersebut adalah Ibu Nur Leyla, beliau sudah mendampingi dan mengajar ngaji anak-anak desa Sukodadi sejak lama. “Saya sangat senang rekan-rekan mahasiswa bersedia meluangkan waktunya untuk bisa membantu dalam mengajar ngaji disini, mengingat banyak masyarakat desa yang tidak bisa mengaji, oleh karena itu, kita semua bertugas untuk mencetak generasi yang dapat membaca Al Qur’an”, ucap Bu Nur Leyla selaku satu-satunya pengajar ngaji di Dusun Kebunkuto. 

Proker mengaji mahasiswa KKN UM dimulai sejak Oktober lalu, dan direncanakan selesai pada bulan Januari tahun 2022. Para mahasiswa sangat bersemangat dalam membantu anak-anak di Dusun Kebunkuto untuk belajar mengaji, demikian pula anak-anak tersebut juga sangat senang dengan kedatangan para kakak mahasiswa KKN UM. Pada awalnya masih terkesan kaku, baik antara kakak-kakak mahasiswa dengan anak-anak atau murid disana, namun hal tersebut wajar, mengingat satu bulan pertama merupakan perkenalan diri baik dari mahasiswa maupun dari murid ngaji. 

Setelah berjalannya waktu hubungan antara murid ngaji dengan para mahasiswa KKN UM semakin erat, para murid sangat mengharapkan kakak-kakak mahasiswa bisa datang mengajar ngaji setiap hari karena sudah terbiasa dan nyaman. Para mahasiswa berkreasi untuk membuat metode mengaji yang menyenangkan bagi murid-murid ngaji disana. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan media kartu dikombinasikan dengan bermain tebak-tebakan. Tebakan yang diajukan oleh para kakak mahasiswa pun beragam, seperti menebak huruf hijaiyah, menebak nama nabi atau malaikat beserta mukjizat atau tugasnya, hingga menebak nama tajwid. Metode tersebut sudah dijalankan sejak bulan November lalu dan terbukti, metode tersebut memunculkan antusiasme yang tinggi bagi murid-murid ngaji di sana. Mereka dengan girangnya belajar dan menebak pertanyaan kakak-kakak mahasiswa yang sedang mengangkat kartu sambil melontarkan pertanyaan.

Harapannya dengan ini mereka tidak hanya terbatas dengan sekedar melihat kartu-kartu tersebut hanya sebagai media pembelajaran saja, melainkan dapat mereka terapkan untuk kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh mukjizat para nabi, apa yang menyebabkan Allah mengizinkan suatu nabi untuk memiliki suatu mukjizat, atau apa saja yang dapat menimbulkan ridho Allah agar setiap kegiatan mereka diberkahi. Seperti contohnya memiliki sifat jujur, amanah, saling tolong menolong, rajin, dan sebagainya. Dengan dekatnya anak-anak dengan Al Qur’an, diyakini bahwa kedepannya mereka akan menjadi calon orang-orang sukses sesuai dengan syariat agama Islam, Aamiin.

Translate »
Skip to toolbar