Preaload Image

Wujudkan Prinsip No One Left Behind dari SDGs, Tim Pengabdian FEB UM Gagas Desain Konsep Desa Wisata untuk Desa Ngingit Malang

Sebagai generasi milenial yang menjadi ujung tombak dalam mewujudkan SDGs 2030, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Malang (KKN UM) menggagas desain konsep desa wisata untuk Desa Ngingit Malang, yang diharapkan dapat menjadi salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membantu meningkatkan perekonomian di Desa Ngingit Malang. Hal ini merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan untuk membantu pemerintah mewujudkan tujuan dari poin pertama SDGs 2030, yakni pengentasan kemiskinan.

Saat ini, pembangunan desa menjadi satu hal yang diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia. Dalam pelaksanaan Suistainable Development Goals (SDGs), pemerintah Indonesia menargetkan tingkat kemiskinan desa di Indonesia mencapai 0% pada tahun 2030. Hal tersebut selaras dengan tujuan SDGs poin 1 yang mempunyai prinsip no one left behind, yakni pengentasan kemiskinan ataupun biasa disebut dengan pemerataan kesejahteraan. Sehingga, pemerintah berusaha secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian desa. Salah satu cara yang sedang gencar-gencarnya diterapkan oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian desa adalah dengan membuat program desa wisata.

Desa Wisata adalah desa yang dijadikan tempat wisata karena daya tarik yang dimilikinya. Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung. 

Desa wisata juga berkaitan erat dengan bonus geografi yang dimiliki suatu desa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai potensi wisata yang menarik minat berkunjung wisatawan. 

Konsep Desa Wisata ini dibuat oleh tim KKN Universitas Negeri Malang sebagai bentuk pelestarian budaya yang mendukung penuh pelibatan unsur-unsur lokal untuk dijadikan sebuah Landmark suatu wilayah.

Namun tidak semua Desa memiliki bonus wilayah yang potensial untuk dijadikan sebagai wisata lokal desa tersebut. Tidak terdapatnya sebuah potensi wisata bukan berarti dalam suatu desa tersebut tidak bisa dibuat wisata lokal yang identik. 

Salah satu konsep yang ditawarkan oleh tim KKN Universitas Negeri Malang adalah wisata “Taman Jambu” yang bertema wisata alam edukatif. Dalam taman jambu ini terdapat wisata Petik Jambu dimana pengunjung bisa memetik buah jambu secara langsung dan fresh dari pohon nya langsung.

Selain itu juga terdapat gazebo, taman bermain untuk anak, kolam ikan koi yang jernih, serta rumah buku yang bisa dijadikan sebagai perpustakaan umum untuk menambah minat membaca masyarakat sekitar. 

Taman Jambu ini cocok untuk dijadikan sebagai wisata untuk desa yang kurang mempunyai potensi alami untuk dijadikan tempat wisata. Selain itu dengan adanya taman ditengah-tengah desa, dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Gambar diatas merupakan contoh konsep denah wisata taman jambu yang dibuat oleh tim KKN Universitas Negeri Malang. Denah Wisata taman jambu dimulai dengan tanaman jambu disebelah kanan gerbang masuk, yang nantinya akan dijadikan sebagai wisata petik jambu. 

Dilanjut dengan gazebo-gazebo yang diletakan di sebelah kanan jalan masuk sebagai tempat beristirahat oleh wisatawan. Terdapat juga wisata kola ikan air yang terletak di belakang tanaman jambu, dimana nantinya wisatawan bisa memberi makan secara langsung ikan koi yang ada di kolam. 

Tak lupa, terdapat juga wisata playground untuk anak-anak bermain yang terletak di belakang gazebo sehingga berhadapan langsung dengan kolam ikan koi untuk menambah kesan estetikanya.

Alasan pemilihan taman jambu ini sebagai konsep desa wisata karena taman ini hanya membutuhkan lahan sebesar 144.000 m2 yang terbilang cukup minimalis untuk didirikan di desa. 

Ditambah dengan adanya tanaman jambu yang dapat tumbuh di banyak kondisi dan iklim dapat menjadi daya tarik tersendiri serta menimbulkan kesan unik eksklusif yang hanya terdapat di desa tersebut. 

Sasaran umum wisatawan yang berkunjung di taman jambu ini adalah pasangan suami istri yang mempunyai anak balita, sehingga mereka akan membutuhkan sebuah wadah yang dekat serta terjangkau untuk refreshing keluarga mereka.

Konsep wisata taman jambu ini disambut baik oleh pihak Desa Ngingit. “Saya sangat berterima kasih mbak. Yang awalnya bingung mulai ada gambaran dibuat seperti apa wisatanya.” Ujar Ibu Liana selaku Kepala Desa Ngingit. Harapannya desain konsep desa wisata jambu mampu dikembangkan lebih lanjut menjadi destinasi wisata secara utuh.

Translate »
Skip to toolbar