Preaload Image

WUJUDKAN SDGS: MAHASISWA KKN UNIVERSITAS NEGERI MALANG GANDENG DOKTER MUDA LAKUKAN SOSIALISASI MPASI GUNA KURANGI ANGKA STUNTING DI DESA NGINGIT, KEC TUMPANG, KAB MALANG

Indonesia sebagai negara berkembang terus mengejar target untuk mencapai SDGs atau Sustainable Development Goals pada tahun 2030. Sudah menjadi fokus negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan. SDGs sendiri terdiri dari 17 goals atau tujuan dan 169 target dimana hal tersebut sebagai upaya pemerintah untuk melanjutkan upaya dan pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) yang telah berakhir 2015 silam. Tentu kesuksesan pengadaan SDGs bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan seluruh elemen masyarakat. Masyarakat dituntut untuk turut andil dengan memulai langkah kecil. Tidak terkecuali mahasiswa Universitas Negeri Malang. 

Tim Pengabdian Akuntansi FEB UM bersama mahasiswa Universitas Negeri Malang turut aktif menyukseskan program SDGs nomor 3 yaitu Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Berlokasi di desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, kabupaten Malang dengan beranggotakan tiga mahasiswa yakni Nidya, Andre, dan Dinda. Mereka melakukan sosialisasi terkait dengan Makanan Pendamping Asi (MPASI) dan stunting. Tujuan dilaksanakannya sosialisasi tersebut diharapkan dapat mengurangi angka stunting yang masih cukup tinggi. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan merupakan wujud pelaksanaan SGDs nomor 3. Sosialisasi dilakukan dengan menggandeng Ibu Lucky Radita Alma, S.K.M., M.P.H  selaku dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang. Kegiatan sosialisasi berlangsung selama 1 jam 30 menit dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 30 peserta. Pelaksanaan sosialisasi diselingi pre-test guna mengetahui pengetahuan awal peserta terkait dengan  MPASI dan stunting kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Ibu Lucky Radita Alma dan Ibu Reni selaku bidan desa. Materi yang dijelaskan pada kegiatan sosialisasi kali ini meliputi pengertian, penyebab, dan cara untuk mencegah stunting. Tidak hanya itu, materi yang disampaikan juga berkaitan dengan MPASI meliputi pengertian, strategi, macam, bentuk,  contoh MPASI, serta waktu yang tepat untuk memberikan MPASI pada balita. Selanjutnya mahasiswa KKN memberikan post-test kepada para peserta untuk mengukur pemahaman mereka selama penyampaian materi. Hasilnya, terdapat peningkatan nilai dari hasil pre-test sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa para peserta sangat antusias selama pelaksanaan sosialisasi. Terbukti dengan aktifnya para peserta ketika sesi tanya jawab serta mereka tidak lupa untuk mencatat materi yang disampaikan.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang menjadi kerja nyata dalam menyukseskan program SDGs pemerintah. Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian gizi yang seimbang bagi balita karena hal tersebut merupakan sebuah langkah awal untuk menjadikan Indonesia sukses SDGs 2030. Anak-anak adalah aset dunia yang berharga. Peran orang tua dan dukungan banyak pihak membawa dampak yang besar pada perkembangan anak untuk menghasilkan generasi berkualitas.

Translate »
Skip to toolbar